Rabu, 08 November 2017

ANALISIS SAHAM LPKR

LPKR (Buy) NDR feedback: Interesting, but wait and see


Fully geared to Meikarta
Kami menyelenggarakan non-deal roadshow dua hari dengan Lippo Karawaci (LPKR) pada 23 dan 25 Oktober di Singapura dan Korea Selatan. Secara keseluruhan, sentimen terhadap pasar properti Indonesia tampak netral. Namun, investor tertarik dengan proyek unggulan LPKR yaitu Meikarta, dan perkembangannya yang akan datang. Ke depan, perusahaan mengekspektasi marketing sales lebih lambat dari Meikarta, karena momentum dari launching dan upaya pemasaran besar-besaran selama 2Q-3Q akan perlahan-lahan memudar. Serah-terima pertama diperkirakan akan dilakukan pada bulan Desember 2018, ditambah grace period 6 bulan. Selain itu, LPKR menyatakan bahwa proyek Meikarta akan dibangun di atas tanah dormant yang telah diakuisisi sejak lama oleh perusahaan; Dengan demikian, daripada terbengkalai, akan digunakan untuk pengembangan properti menengah-kebawah. LPKR kemudian akan mengembangkan proyek dengan margin lebih tinggi di sekitar tanah tersebut setelah proyek Meikarta, namun hanya jika terlihat adanya pemulihan di pasar properti. Kami memandang ini sebagai strategi yang prudent dan tepat untuk mengatasi kondisi pasar properti saat ini.
Valuations turn attractive; Upgrade to Buy
Kami upgrade rekomendasi kami di LPKR menjadi Buy (dari Trading Buy) sementara mempertahankan TP kami sebesar IDR865, karena penurunan harga saham baru-baru ini telah memperbesar potensi upside. Kami yakin saham LPKR telah oversold, memperlebar margin of safety karena valuasinya yang menjadi lebih murah. LPKR saat ini diperdagangkan di 2018F P/E di 9x, di bawah -1 SD (11,5x) dari rata-rata lima tahun dan diskon yang lebar dibandingkan 2018F P/E indeks properti di 12,4x. Dari perspektif P/B, LPKR saat ini diperdagangkan di bawah nilai bukunya, pada 2018F P/B yang hanya 0,44x, dekat -2 SD nya (0,41x) dan juga diskon yang cukup besar dibandingkan indeks properti yang diperdagangkan di 2018F P/B di 1,27x.

Selasa, 31 Oktober 2017

Analisis Saham JPFA 3Q17



JPFA 3Q17 performance review

Japfa  Comfeed  Indonesia  (JPFA)  merilis  kinerja  9M17  pada  26  Oktober.  Untuk 3Q17, JPFA membukukan pendapatan sebesar IDR7.6tr (+7.1% YoY; +0.7% QoQ) dan  laba  bersih  sebesar  IDR362.5bn  (-52.4%  YoY;  -8.5%  QoQ).  Cost  of  sales tumbuh lebih tinggi dari pertumbuhan pendapatan dengan kenaikan +15.7% YoY dan  +1.6% QoQ di  3Q17,  yang  kami  pikir  karena  harga  jagung  lokal  yang  lebih tinggi,  perhatian  utama  industri  ini.  Dengan  demikian,  marjin  laba  kotor menyusut dari 23.9% di 3Q16 menjadi 17.8% di 3Q17. JPFA membukukan laba kotor 3Q17 sebesar IDR1.3tr (-20.1% YoY; -3.3% QoQ).

Pada operating level, JPFA membukukan laba usaha sebesar IDR635.7bn (-42.8% YoY;  -14.4%  QoQ).  Margin  laba  usaha  (OPM)  Feed  turun  dari  12.0%  di  2Q17 menjadi 10.2% di 3Q17. DOC 3Q17 OPM juga turun 5.6%p QoQ, yang kami duga karena  normalisasi  harga  setelah  bulan  Ramadan. Namun  sisi  positifnya,  OPM  3Q17  broiler  naik  2.3%p  vs  2Q17.  Manajemen  JPFA  juga  menyebutkan  bahwa alasan lain turunnya laba usaha 3Q17 adalah karena one-off gain dari penjualan beef  cattle  di  Australia  tahun  lalu,  yaitu  sebesar  IDR200.3bn  yang  mendorong laba usaha tahun lalu..

Secara  kumulatif,  pendapatan  9M17  JPFA  mencapai  IDR21.7tr,  mencapai  75% dan  74%  dari  perkiraan  pendapatan  FY17  kami  dan  konsensus  berturut-turut Laba bersih 9M17 sebesar IDR849.8bn, mencapai 77% dari perkiraan laba bersih FY17 kami. Menurut kami kinerja 9M17 JPFA cukup dapat diprediksi dan sesuai dengan  perkiraan  kami.  Kami  masih  yakin  industri  perunggasan  memiliki  ruang yang cukup luas untuk tumbuh di masa depan, meski di prospek jangka pendek tahun ini ada biaya jagung lokal yang lebih tinggi dan daya beli yang lemah, yang keduanya memberikan sentiment negative Dengan demikian kami
mempertahankan estimasi financial kami dan juga rekomendasi Trading Buy kami pada  JPFA.  Namun,  karena  kami  roll  forward  basis  valuasi  kami  ke  2018,  kami menaikkan  target  harga  kami  untuk  JPFA  menjadi  IDR1,585  (sebelumnya IDR1,400).

Informasi dan edukasi
Hubungi :
Delpi Siregar
WA.082160300602
Mirae Asset Medan


Minggu, 22 Oktober 2017

Mirae Asset Sekuritas Indonesia on ACES 3Q Preview



Mirae Asset Sekuritas Indonesia on ACES 3Q Preview

- ACES membukukan penjualan kumulatif pada 9M17, ACES mencatat total pendapatan sebesar IDR4.14tr (+16.6%YoY), mencapai 73% dari proyeksi setahun penuh kami. 
- SSSG bulan September mencapai pertumbuhan dua digit di 23.2%, sebuah angka yang serupa dengan bulan Juni (22.8%), yang mana tinggi karena Idul Fitri. Kami percaya produktivitas/m² telah meningkat pada bulan September, mengingat meskipun telah dibuka dua gerai baru, SSSG MoM masih lebih tinggi. Kami memperkirakan tingkat produktivitas ACES yang lebih tinggi pada level IDR15.8mn/ sqm di tahun 2017F, meningkat 9% YoY. 
- Secara YTD, SSSG bulan September memecahkan rekor yang tinggi sejak tahun lalu sebesar 11.1%, dengan kontribusi tertinggi luar Jawa sebesar 29.1%. Kami percaya bahwa SSSG yang kuat di luar Jawa (sejak Juli) didukung oleh pemulihan harga komoditas (terutama batubara) 
- Harga saham ACES telah naik hingga 8%, setelah upgrade terakhir kami pada tanggal 28 September. Namun, kami roll forward basis valuasi dan basis target multiple kami ke tahun 2018F. Dengan demikian, kami memperoleh harga target blended (DCF dan target multiple) sekarang di IDR1,490 (dari Rp1,330) dan mempertahankan rating trading buy pada ACES. (Ilustrasi selengkapnya dapat dibaca https://goo.gl/8cYMia)

Mira Asset Sekuritas Medan
Office Education
Delpi Siregar
WA.082160300602

Rabu, 27 September 2017

ADARO ENERGY (ADRO) Teknikal Analysis

ADRO (Weekly Trading Range 1,640 – 1,790)


ADRO: Weekly, 1,670 (-8.0%), buy on weakness, trading range 1,640 – 1,790. Indikator MFI optimized, indikator RSI optimized dan stochastic%D optimized akan menguji support trendline. Sementara itu pada Bollinger Band optimized harga akan coba bertahan diatas BBBottom.  Lebih lanjut koreksi normal harga pada pergerakkan daily sekitar -1.78%, saat ini di level -2.3%. Sementara itu pada pergerakkan weekly koreksi normal sekitar -3.77% saat ini di level -8.0 %.Dengan demikian potensi koreksi masih terlihat namun mulai terbatas.

Delpi Siregar
OE Staff Mirae Asset Sekuritas Medan
WA.082160300602

Minggu, 03 September 2017

ADRO Buy On Weakness


TEKNIKAL ANALISIS

ADRO BUY ON WEAKNESS



*ADRO: Daily, 1,825 (-3.4%), buy on weakness, trading range 1,800 – 1,880. Indikator MFI optimized, dan RW%R  optimized masih akan menguji support trendline. Jika dilihat lebih lanjut koreksi normal pada pergerakkan daily sekitar -1.39 %, saat ini di level -3.4 %. Sementara itu pada pergerakkan weekly koreksi normal sekitar -3.66 % saat ini di level -6.2%. Dengan demikan potensi koreksi mulai tertahan.


https://t.me/miraeassetdaewooo

Selasa, 29 Agustus 2017

Seminar Market Outlook Mirae Asset Sekuritas Medan

Seminar Mirae Asset Sekuritas Medan

Seminar Market Outlook Semester ke - 2 tahun 2017 telah di selenggrakan pada hari Sabtu, 26 Agustus 2017 yang di mulai pada jam 13.00 WIB - 17.00 WIB di Hotel Grand Aston City Hall Medan Rosewood , Lantai 2 yang terletak di Jl. Balai Kota No.1 Medan.

Peserta Seminar pada acara ini mengisi semua tempat duduk dan sangat antusias kepada materi yang di bawakan oleh Analisis dari Mirae Asset Sekuritas.

Untuk mengetahui acara dan edukasi berikutnya dapat menghubungi

Delpi Siregar
082160300602
Mirae Asset Sekuritas Medan.






Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 
biz.