Jumat, 24 Maret 2017

Technical Focus (Weekly)

Technical Focus (Weekly) - PP Properti (PPRO)

Trading Buy
Technical Analysis
March 24,2017

Weekly Price Objective  : 342
last Price                         : 288
Support                           : 278
Resistance                       : 310


Harga  saham ini secara umum masih bergerak dalam  dalam  pola uptrend  yang masih relatif  valid mengingat nilai r squared = 0.8618 yang  berarti hanya  sekitar 13.82  % harga  saham   ini  berada di  luar  pergerakan normalnya atau  sekitar  9 bar  chart selama  67  minggu terakhir. Rentang volatilitas pergerakan normal harga saham ini berada antara +/-1.48 std.  deviasi dari centerline. Volatilitas pergerakan harga saham ini sepanjang uptrend channel sebesar +/- 5.76 % atau sekitar +/- 16 rupiah.

Indikator MFI Optmized & RSI Optimized saat  ini sudah  berada di oversold area dan hari ini mulai bergerak positif.  Perkiraan resistance terdekat di 310  sebelum ke 342 dengan  catatan  level  296 sebagai  trigger   level dapat  dilewati   dengan banyak transaksi diatas rat-rata sebagaimana terlihat pada  Figure 1.

Dengan demikian  PPRO Weekly normal trading  band  berada antara level 278-310 seperti terlihat pada  Figure 2.

Figure 1. Weekly MFI Optimized & RSI Optimized.


Figure 2. Weekly Trend- uptrend , Support & Resistance.




Kamis, 23 Maret 2017

Technical Focus (Weekly)

Technical Focus (Weekly) ADRO

Trading Buy
Technical Analysis March 23, 2017

Weekly Price Objective (IDR)   : 1,850
Last Price                                    : 1,730
Support                                       :  1,710
Resistance                                   : 1,850


Harga  saham ini secara umum masih bergerak dalam  dalam  pola uptrend  yang masih relatif valid mengingat nilai r-square= 0.9438  yang berarti hanya  sekitar 5.62  % harga saham   ini berada di  luar  pergerakan normalnya atau  sekitar   4  bar  chart selama  67 minggu terakhir. Rentang volatilitas pergerakan normal  harga saham ini berada antara +/-1.91 std. deviasi dari centerline. Volatilitas pergerakan harga saham ini sepanjang uptrend channel sebesar +/- 3.93 % atau sekitar +/- 65-70 rupiah.

Indikator  MFI  Optmized  &  W%R Optimized saat incenderung naik  lebih  lanjut menguji resistance line terdekat. Perkiraan resistance terdekat di 1,830  sebelum ke rally ke 2,075.sebagaimana terlihat pada  Figure 1.

Selama  67 minggu diatas, 36 minggu di antara-nya harga saham ini bergerak dalam volatilitas positif  secara rata-rata sebesar +5.86  % dan 26  minggu bergerak dalam volatilitas negatif secara rata-rata sebesar -3.52% serta 5 minggu relatif  sideway

Dengan demikian  ADRO Weekly normal  trading  range  berada antara level  1,665 - 1,825

Pada  Figure 2, terlihat saat ini ADRO Weekly berada sekitar  rata-  rata-rata konfirm naik lebih lanjut jika level 1,730 minimal mampu dipertahankan.

Figure 1. Weekly Trend- uptrend, MFI Optimized    & W%R Optimized.


Figure 2. Weekly Support & Resistance.

Technical Analysis AGRO

Technical Analysis AGRO 


AGRO : Trading Buy. Sejauh harga saham ini masih mampu bertahan diatas level 910, harga masih berpotensi untuk naik ke resistance terdekat di 960 sebelum lanjut ke 1,040. Support saat ini di 880 dan cut loss level di 840. 

Selasa, 21 Maret 2017

Technical Analysis Eagle High Plantations (BWPT)

Eagle High Plantations (BWPT) – Trading Buy

Harga akan coba naik mendekati normal lower band pada uptrend channel.

Secara  umum harga saham ini akan  coba  naik  mendekati normal lower  band  pada uptrend channel yang  masih  relatif  valid dengan r-squared  = 0.88  selama  107  hari terakhir dan bergerak normal dalam rentang +/-1.55  std.deviasi dari centerline. Peluang harga  keluar   dari  pergerakan  normalnya sekitar   12.21   %  (sekitar   13  bar  chart  ). Volatilitas  normal  pergerakan harga saham ini sepanjang uptrend channel sebesar +/- 3.29  %  atau sekitar   +/-  10.85   (potensi  naik  dan  turun secara normal maksimum/minimum sebesar  10  rupiah)  dari  level  penutupan  terakhir sebagaimana terlihat pada  Figure 16.

Summary
Item
Data
Item
Data
Close (March 21, 2017)
330(+1.9%)
Trading range
320-338
Relative Avg. Price performance to JCI (%)
(44.09)
Target

β (beta)
1.05
 Daily
338
Corelation
(0.33)
 Weekly
350
Period
107
 Monthly
394
r-squared
0.88
  Stop loss
320
Volatility (+/-, %)
3.29


Volatility (+/-, Rp.)
10.85












Figure16.Daily Trend - Uptrend





















Aliran dana keluar relative tertahan dan volatilitas harga naik masih terlihat.

Pada  Figure 17, terlihat dari hasil optimalisasi, indikator MFI Optimized   akan  menguji support trendline dan indikator W%R Optimized cenderung naik dengan volume  sekitar rata-rata. Dengan demikian  diperkirakan potensi koreksi sudah  terbatas dengan kecenderungan menguat. Perkiraan resistance terdekat ke 338. Support terdekat di 320
yang sekaligus sebagai cut loss level.

Figure 17.Daily MFI Optimized & W%R Optimized





















Harga akan coba naik mendekati resistance 2 pada masing-masing periode.

Untuk naik lebih lanjut harga harus  mampu bertahan sekitar  rata-rata masing-masing periode dengan target terdekat berikutnya ke resistance  2 sebagaimana terlihat pada Figure 18,19 dan 20.

Figure 18.Daily Target :338

Figure 19 Weekly Target :350















Figure 20. Monthly Target : 394


















Senin, 20 Maret 2017

Invesmtent Information Team


DOID (Delta Dunia Makmur)

Laba DOID 2016 tercatat USD 37 juta dibanding tahun lalu rugi USD 8.3 juta. Pendapatan meningkat 8% menjadi USD 611 juta dibanding tahun 2015 sebesar USD 565 juta.

Saat ini DOID (Rp 775) diperdagangkan pada PE 13.3 (EPS 58) dan PBV 3.9x

BBYB (Bank Yudha Bhakti)

Laba BBYB 2016 mencapai Rp Rp67,98 miliar Miliar atau naik 173% dibanding tahun 2015 yang sebesar Rp 24.87 miliar, kenaikan laba ini di topang dari meningkat nya pendapatan bunga 41.5%, posisi aset pun meningkat menjadi Rp4,13 triliun naik sebesar 21%.

Bila di lihat hingga Q3 laba BBYB saat itu sudah mencapai 54.17 miliar, sehingga ada perlambatan laba di Q4 (QoQ -40.8%). Saat ini BBYB (Rp 326) diperdagangkan pada PE 20.5x (EPS 15.9) dan PBV 2.0x.

SMBR (Semen Baturaja)

Laba SMBR 2016 mencapai Rp 259.09 miliar atau turun 26.84% dibanding tahun 2015 sebesar  Rp 354.18 miliar. Pendapatan 2016 naik tipis 4.1% menjadi Rp 1.52 triliun di banding tahun sebelum nya Rp 1.46 triliun. 

Bila di lihat hingga Q3 laba SMBR saat itu sudah mencapai Rp 174.72 miliar, sehingga ada kenaikan laba di Q4 (QoQ + 16.79 %). Saat ini SMBR (Rp 2730) diperdagangkan pada PE 105x (EPS 26) dan PBV 8.6x.

UNVR (Unilever Indonesia)

Laba tahun 2016 mencapai Rp 6.39 triliun atau naik 9.2% di banding tahun 2015. Pendapatan perusahaan mencapai Rp 40.0 triliun atau naik 9.8%. 

Secara QoQ UNVR masih mencatatkan pertumbuhan 12.9% dan saat ini UNVR (Rp 44.000) diperdagangkan pada PE 52.5 (EPS 838) dan PBV 71.4x (BV 616).

DEWA (Dharma Henwa)

Laba DEWA 2016 mencapai USD 549,89 ribu atau naik 18.6% dibanding tahun 2015 sebesar USD 465,75 ribu. Kenaikan laba ini di topang dari  meningkat nya pendapatan usaha sebesar 7.9%.

Naik nya beban keuangan sebesar 119% membuat laba sebelum pajak turun 49%, namun turun tajamnya beban pajak menjadi USD 2,21 juta dari USD 4,96 juta membuat laba tahun berjalan 
naik.

Saat ini DEWA (Rp 74) diperdagangkan pada PE 224x (EPS 0.33) dan PBV 0.5x.

Technical Focus (Weekly)

Technical Focus (Weekly)
Waskita Karya (WSKT)

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Tendency to rise


Harga  saham ini secara umum masih bergerak dalam  dalapola uptrend  yang masih relatif valid mengingat nilai r-square= 0.9229 yang  berarti hanya  sekitar  7.71  % harga saham   ini berada di luar  pergerakan normalnya atau sekitar  14  bar  chart selama  180 minggu terakhir. Rentang volatilitas pergerakan normal  harga saham ini berada antara +/-1.77 std. deviasi dari centerline. Volatilitas  pergerakan harga  saham ini sepanjang uptrend channel sebesar +/- 3.26 % atau sekitar +/- 75 rupiah.

Indikator  MFI  Optmized  &  RSI Optimized  saat ini sudah berada di oversold  area dengan   volume    tembus   rata-rata. Hal   ini   mengisyarakatkan   selling    climax diperkirakan    sudah terjadi selama  seminggu terakhir. Perkiraan resistance terdekat di 2,460 sebelum ke 2,510 dan 2,580 .sebagaimana terlihat pada  Figure 1.

Selama 180 minggu diatas, 92 minggu di antara-nya harga saham ini bergerak dalam volatilitas positif  secara rata-rata sebesar +3.96  % dan 82  minggu bergerak dalam volatilitas negatif secara rata-rata sebesar -3.22% serta 6 minggu relatif  sideways.

Dengan demikian  WSKT Weekly normal  trading  range  berada antara level 2,290 - 2,460.

Pada  Figure 2, terlihat saat  ini WSKT Weekly berada sekitar rata- rata-rata konfirm naik lebih lanjut jika level 2,380 minimal mampu dipertahankan.

Figure 1. Weekly Trend- uptrend, MFI Optimized    & RSI Optimized

Figure 2.  Weekly Target  :2,460



Trading Buy 
Technical Analysis 20 Maret 2017

Weekly Price Objective (IDR)  : 2.580
Last Price                                   : 2,360
Support                                      : 2,290
Resistance                                  : 2,460



 
biz.